Padang Lavender Oro-oro Ombo di Gunung Semeru
Ranu Kumbolo bukanlah satu-satunya primadona alam di Gunung Semeru, Jawa Timur. Para pendaki yang melakukan perjalanan ke 'puncak para Dewa' ini juga akan disambut oleh padang lavender di Oro-oro Ombo.
Oro-oro Ombo punya keindahan berbeda di tiap musim.
Beruntung, saya bersama 5 orang kawan datang di waktu yang tepat.
Perjalanan mendaki Semeru memang penuh kejutan. Awalnya kami melakukan
perjalanan melipir bukit yang berkelok-kelok. Ranu Kumbolo adalah
kejutan pertama.
Danau di ketinggian 2.400 mdpl itu tadinya tertutup
kabut, tapi tak lama kemudian kabut pun hilang dan Ranu Kumbolo
memamerkan keindahannya. Tiga teman saya pun sangat kagum dengan
kecantikannya. Kami tiba di sana tepat jam makan siang, sehingga kami
pun membuka bekal dan makan.
Selanjutnya, Tanjakan Cinta membuat kami menarik
nafas panjang. Mitosnya di Tanjakan Cinta, kalau kita jalan terus tanpa
menoleh ke belakang sambil memikirkan seseorang, orang itu akan jadi
jodoh kita. Percaya tidak percaya, namanya juga mitos. Tapi memang
tanjakan itu cukup ekstrem dan melelahkan.
Saya tak sabar ingin melihat Oro-oro Ombo yang
sedang cantik-cantiknya. Benar saja, tak lama berjalan, Oro-oro Ombo
menghampar indah. Jauh lebih indah dibanding yang pernah saya lihat di
foto, bahkan dengan apa yang saya bayangkan. Oro-oro Ombo sedang 'ungu'.
Bunga lavender bermekaran, betapa cantiknya.
Kami berenam tak berhenti memuji keindahannya. Di
mana lagi ada panorama seperti ini, hamparan padang Lavender. Kalau
ingin melihat Oro-oro Ombo sedang ungu begini, datanglah awal tahun pas
musim penghujan. Anda akan dimanjakan oleh indahnya 'karpet ungu'
Oro-oro Ombo.
Copy Form : Detik.com
Copy Form : Detik.com


